DRAMA
SENI BUDAYA
“Cerita Anak SMK”
Memperkenalkan :
· Deki Hamdani cas : James Oscar
· Dede Suherman cas : Robert Adrian
· Hadi Rasyid cas : Ahmed Ghazali
· Tiani St cas : Bu Nayla
Pramudita
. Idris Salam cas : Pak Robin Sadega
· Resi Ratnasari cas : Nadin Cantika
· Fatia N.F.R cas : Salwa Khoerunnisa
· Meri Andriani cas : Nazwa Aulia
· Firdaus A.R cas : Nathan
Pratama
· Zaenal Iqbaludin cas : Zayn Akbar
· M.Irwan Nurjamil cas : Reza Rahadian
. Muhkam Munfahiq cas : Maulana Rivaldi
. Sofyan Maulana cas : Adam Malik
. M Arif Mubarak cas :
Pembaca Skenario
. Angga R S cas : Instrumen
alat Musik
. Aldo Andina cas : Costumer/Layout
Karakter Para Tokoh
Anak
kimia :
• Nadin Cantika : Anak rajin, suka membaca, suka menasehati,
dan berwawasan
Luas,
tapi kekinian.
• Salwa Khoerunnisa :
lucu, dan suka ngantuk kalau di kelas
• Nazwa Aulia :
Clemang-clemong tapi semua kata-katanya bermakna, dan
positive thingking.
• Adam Malik : Pintar
dan Pendiam (salah satu anak kimia)
Geng
“The F4”
• Nathan Pratama :
Leader (Ketua Geng) dan gamau disalahin, (Selalu Benar)
• Zayn Akbar :
Sotoy, nyablak pengawal di Geng F4
• Reza Alatas : Up to date banget, Galak
• Maulana Rivaldi : Cool tapi suka nyeletuk
Siswa
Blasteran :
• Ahmed Gozali : Mau bergaul dengan siapa saja ( Blesteran dari
Palestina)
• Robert Adrian : Siswa baru yang datang dari Paris dan
menilai salah tentang
Budaya Indonesia ( Blesteran
dari Paris)
• James Oscar : lucu, periang sahabatnya Robert ( Blesteran dari Philifina)
Guru
favorit SMK Al-Falah Internasional :
• Pak Robin :
Guru favorit SMK Widuri Internasional-Guru Kimia (Bijaksana-
Guru
yang mendampingi anak-anak kimia)
. Bu Nayla :
Guru Cantik dan baik hati-Guru IPS (Namun Disiplin)
(Setting/Suasana di
dalam kelas)
Ada cerita disebuah SMK megah yang bernama SMK
Al-Falah Internasional. Di sekolah megah ini ada sebuah Geng yang bernama “The
F4” yang suka menindas siswa-siswi di kelasnya .
dan ada juga geng baik yang di tokohi oleh para siswi dari kelasnya dan bernama
“Anak Kimia” karena mereka adalah
anak-anak pintar dan suka berdiam di lab Sains untuk bereksperimen dengan Pak
Robin dan Bu Nayla guru Favorit di Sekolah itu. Disamping itu juga ada 2 siswa pindahan dari
luar Negeri yang berasal dari Paris dan
Philipina. Mereka pindah karena orang tua mereka di pindah tugaskan di
Indonesia.
Di
kelas murid-murid bernyanyi bersama, tiba-tiba Bu Nayla datang......
Bu
Nayla : “Selamat pagi anak-anak.”
Murid-murid :
“Selamat pagi Bu...”
Bu
Nayla : “Pagi
ini kita kedatangan 2 siswa baru dari luar negeri.”
Nathan : “Waaahh Swasta dong Bu, ha..ha..ha..”
Zayn :
“Bukan Swasta, tapi masa aktif nya udah hangus
wkwkwkwk”
(Dan
seketika para murid tertawa mendengar celetuken dari para geng F4-Geng yang
sangat terkenal akan kebandelannya)
Bu
Nayla :
“Huusst sembarangan aja kamu ini Nathan, Zayn. Dengerin dulu mereka. Silahkan
kenalkan diri kalian kalian masing-masing.”
Robert : “ Hi Friends !! I want to introduce my self.
My name Robert
Adrian . I come from Paris.”
Murid-murid : “Waaa Paris.....”
Rival : “Paris darimana?? Perempatan ciamiss??
Haha..”
Reza : “Aaaah sok banget lu pake
bahasa Inggris. Ini Indonesia guyysss!!!!”
Bu
Nayla : “Apakah kamu bisa berbahasa
Indonesia Robert ??”
Robert : “Bisa Bu.”
Nathan : “Halaah tuh bisa bahasa
Indonesia. Udah pake bahasa jawa aja! Bahasa planet juga boleh.”
Salwa : “Emmm ada apa ini rame-rame??” (terbangun
dari mimpi panjangnya)
Nazwa :
“Alaaah kamu tuh yah molor mulu.”
Salwa : “Hehehe.. maap-maap. Semalem abis begadang
nonton pertandingan Bola.”
Nazwa :
“Iyaa semalem yang menang kan Taufik Hidayat.”
Nadin : “Menurut buku yang aku baca, atlet Taufik
Hidayat itu pemain bulu tangkis,
bukan sepak
bola .”
Nazwa : “Oh iya yaaa.”
Nadin+Salwa
: “Huuuuh telmi!!”
Bu
Nayla : “Lho lho lhoo.. Kenapa
kalian pada sibuk sendiri?? Robert, kamu sekarang boleh duduk. Kamu bisa duduk disamping
Ahmed . Dia juga murid blasteran loh, dari Palestina. Benar kan Ahmed Ghazali??”
Ahmed : “Iya Bu. Papa saya dari Palestina, saya
dan sekeluarga ngungsi ke-indonesia karena ada konflik......”
Pak
Robin : “Udah udah.. nanti lagi ceritanya
Ahmed, sekarang Robert duduk dan kamu satu lagi perkenalan diri kamu”
James : “ Hallooo Guyss (sambil
mengangkat kerah bajunya) My Names is James Oscar Dinata. Gue berasal dari
Philifina.. you know philifina??? Negara yang keren abiss kaya gue keren, iya
enggak? (sambil menaikan alisnya)
Nathan : “Keren dari hongkong? Culun lu yang ada.”
Reza
: “ Keren, keren nih kaya gue kalau keren”
Zayn
: “ Sarimi isi 2 baru Kereeeennnnn.......”
(dan
seketika para murid pun tertawa lagi)
Bu
Nayla : “ ehhh kalian ini sudah
sudahhh kalian ini kenapa sih ngomong seenaknya saja.. harus sopan sama anak
anak baru, James kamu duduk dengan Adam, di sebelah sana”
Saat James menuju ke bangkunya,
tiba-tiba James jatuh karena disandung dengan kaki Nathan. Dan membuat geng F4
tertawa jahat dan keadaan makin ricuh.
Adam datang dan membantu James untuk berdiri.
Adam : “Gapapa??”
James
: “Gapapa kok. Makasih
yaa. Orang Indonesia gak sopan yah.”
Bu
Nayla :
“Ibu tidak mau kalau nanti mendengar berita bahwa James dikerjain sama kalian-
kalian.”
Rival :
“Huuh bule gadungan.”
Adam : “Hei bisa gak sih ngehargai orang!”
Bu
Nayla :
“Sudah, sudah! Sekarang pelajaran IPS. Kita akan membahas tentang Globalisasi
dan pengaruh barat yang merugikan Indonesia. Disini ada yang tau apa itu Globalisasi??”
Nadin : “Saya Bu... Globalisasi adalah
gabungan dari kata global dan sasi. Jadi kalo dibalik akhirnya menjadi sasi dan
global. Kemudian dapat diketahui lebih mendalam lagi arti globalisasi itu adalah suatu global yang
ada di Indonesia. Tapi akhirnyaa..”
Nazwa : “Akhirnya globalisasi! Terus
artinya apa Lia?!!”
Nadin : “Hehehe ya globalisasi.”
Bu
Nayla :
“Hmm ada yang tau? Salwa. Kamu lagi ngapain??”
Salwa : (terbangun) “Eh
iya. Ada apa Bu?”
Bu
Nayla : “Apa yang kamu ketahui tentang globalisasi ??”
Salwa : “Heehh apaan tuh?? Hehehe maap Bu, saya tidak tau.”
Nadin : “Saya kali ini tau bu... Menurut buku yang pernah saya
baca, globalisasi itu….
Bu
Nayla : “Yaahh kurang lebihnya
memang seperti itu. Globalisasi itu membawa pengaruh bagi bangsa Indonesia.
Berdampak baik, namun juga berdampak buruk.”
Nadin : “Tapi lebih banyak pengaruh buruknya Bu.
Contohnya saja dalam berpakaian. Orang barat memakai pakaian mini dan sangat
tidak sopan. Pergaulan semakin bebas juga pengaruh dari luar.”
Adam : “Maaf. Tapi Bu, pengaruh luar juga
sangat mendukung kelancaran teknologi di
Indonesia. Teknologi di Indonesia semakin canggih kan berkat
globalisasi.”
Salwa : “Betul itu Bu... Berkat
teknologi, aku jadi bisa facebook-an, twitter-an, what’s app, dan lain-lain.”
Nazwa : “Iya Bu.. Yang paling aku
suka, aku bisa lebih mudah ngerjain tugas. Kan tinggal browsing ajah. Hehe
ups..”
Nadin : “Emm tapi tetep aja Indonesia
lebih hebat daripada luar negeri. Di luar negeri kan gak ada Borobudur, Prambanan, Pulau Komodo.
Pokoknya Indonesia hebat deh.”
Robert : “Di luar negeri juga banyak kok hal-hal
yang indah kayak gitu. Ada menara Eiffel, Gedung Parlemen, Tembok Cina, dan
masih banyak lagi.”
Zayn
: “Yeee dia sok tau.”
Rival : “Emang lu pernah ke luar
negeri?!”
Zayn : “Emm ya yaa udah lah.”
Reza : “Lhoh kapan lu kesana??”
Nathan
: “Kayaknya belum
pernah deh.”
Zayn : (ekspresi malu, dan
berbisik) “Diem lu pada!”
Bu
Nayla : “Kalian itu yah, dijelasin malah
pada bahas sendiri-sendiri. Yauda,,sekarang kita lanjutkan ya. Apa peranan dari...”
Bel
istirahat berbunyi. Dengan cepat kelompok jahat langsung keluar kelas.
Nathan : “Waah istirahat! Ayo ke
kantin Guyssssss!!!! serbuuu”
Reza+Rival+Zayn :
“Hayuuuu Brangkattttt!”
Bu
Nayla : “Dasar anak-anak
bandel ! Gurunya belum keluar udah lari aja ke kantin. Yaudah ibu akhiri ya
anak-anak. Selamat siang..”
Murid
lain juga pergi ke kantin dan meninggalkan kelas. Tinggal James, Robert dan
Adam yang tinggal di dalam kelas. Adam sedang membaca buku, Ahmed sedang
menyalin PR Kimia. Robert dan James sedang berbincang.
James : (memasang headset dan
nyanyi keras)
Robert : (menarik headset Diart)
“Saya benci Indonesia.”
James : “Kalo lu benci Indonesia, kenapa lu pindah
ke Indonesia??”
Robert : “Papa Saya pindah kantor ke Indonesia. Jadi
terpaksa saya ikut.”
James : “Terus yang bikin lu jadi benci Indonesia
apa??”
Robert : “Indonesia sangat terikat
dengan adat. Serba penuh aturan! Gini gak boleh, gitu juga gak boleh. Banyak larangan! Benci saya!!”
(dan
tiba tiba Ahmed ikut menimbrung pembicaraan James dan Robert)
Ahmed : “Betul itu! Tapi lu
pada harus bisa nyesuaiin diri sama lingkungan disini. Dulu gua juga kayak elu. Ketauan bolos aja langsung di panggil ke BP.
Pokoknya banyak batasan deh.”
Robert : “Iya. Beda banget sama di
Paris. Kita bebas ngelakuin apa aja.”
James : “Sipp. I agree with
you, tapi bikin Enjoy aja lah.”
Robert : “Temen-temen disana juga
asik-asik. Ga kayak disini yang bikin eneg! I dislike that! Terlebih lagi geng
yang songong itu, benci saya!!”
James
: “Sabaarr.. Oya,
pulang sekolah nanti hang out yuk. Gue ajak lu muter-muter Jakarta deh. Gimana??”
Robert : “ Lho lu kan anak baru sama
kaya saya? Udah tau emang daerah sini?”
James : “ tau lah... orang dari
kecil gua tuh lahir disini.. cumaa gua pindah sekolah pas kelas 6 SD ke
philifina karena nyokap gua orang sana.. so gua udah ga asing lah sama yang
namanya Jakarta “.
Farida : “Okee lah siff. Emm saya laper nih. kantin
yuk!”
Ahmed : “
Eh gua boleh ngikut ga?”
James
: “Ayok. Let’s go!”
(Setting/Mading
sekolah)
Geng “The F4” berjalan sambil bernyanyi bersama,
sesekali menjaili para murid yang lewat. Kenakalan mereka sudah terkenal
se-sekolahan itu. Lalu mereka menghampiri madding sekolah. Di sana udah ada Pak
Robin yang membawa brosur pengumuman.
Pak
Robin : “Anak-anak, ini ada
pengumuman penting tentang Anniversary Party AL- Falah Internasional.” (kemudian pergi)
Nathan : “Guysss ..gimana kalo kita
ikut dance??”
Reza : “Oke sip setuju gue. Tapi ngedance
apa??”
Rival : “Emmm itu lhoo
ngedance yang kayak kuda.”
Zayn : “Ganggang style??”
Rival : “Ahh iyaa itu
betul!”
Nathan : “Hm gangnam style kaleee. Ga
sekalian gang tujuh, gang delapan, gang Sembilan…”
Reza : “Hahaha jangan deh, itu
aja yang kayak gini” (jogged ala suffle)
Nathan : “Itu mah gaya orang mabok.
Ada-ada aja lu.”
Zayn : “Apa india aja?? Aca
aca mehere tumhara kuchekkuchek klambineee..” (sambil
memperagakan tari india)
Rival : “Aaah itu mah film kesukaan emak gue.”
Reza : “Emak gue juga.
Hahaha oya pulang sekolah ntar kita latian lho ya.”
Nathan : “Yaudah yuk ke kantin. cusss”
( Setting masih di
madding).
Nadin : “Waaah ada info baru
nih. Waa tentang kesenian. Seru nih. Menurut buku yang pernah aku baca,
kesenian tari itu kesenian yang mengandalkan gerak tubuh seseorang untuk berekspresi.”
Nazwa : “Iya iyaa.. Udah tau. Gak
usah dijelasin juga udah paham!”
Salwa : “Emang tadi nadin jelasin apa??”
Nazwa : “Akhh elu! Bener-bener lola
ya! Kalo disamain ama dispenser yah itu ……… Pentium I ! hehe.”
Nadin : “Menurut buku yang pernah aku baca,
dispenser itu gak ada pentium. Yang ada mah
computer kale.”
Nazwa : “Upss salah lagi deh.”
Salwa : “Emm kita perform tari
tradisional aja yuk.”
Nazwa : “Waahh setuju! It’s
good idea!”
Nadin : “Iya, nanti kita minta ajarin
gerakannya sama Bu Nayla, . Dia kan jago banget, guru Tari juga lagi.”
Nadin : “Lha emang Bu Nayla mau? Ga
mungkin deh.. dia kan sekarang sibuk, apalagi kan ini kompetisi per kelas.. yah
harus kreatif dong bikin gerakan sendiri”
Nazwa : “Okelah kalo begitu..”
Ahmed : “Excuse me, kalian mau ikut
perform ya??”
Salwa : “Oh iyaa dong. You??”
James : “Emm iya. Tapi I’m
confuse. Kita gak tau mau perform apa. Belum ada bayangan.”
Pak
Robin : (datang dengan membawa
bolpoin) “Saya menemukan bolpoin. Ada yang merasa kehilangan??”
Robert : (mencari bolpoinnya) “Maaf pak, itu
milik saya.”
Pak
Robin : “Ini milikmu??”
Robert : “Thank you sir.”
(menerima pake tangan kiri)
Pak
Robin : “Baiklah. Saya ke
kantor dulu ya.”
Nadin : “Hei kamu gak sopan yah!”
Robert : “What’s??”
Nazwa : “Iya. Masa nerima
bolpoin pake tangan kiri??”
Robert : “Terus masalahnya apa??”
Nadin : “Menurut buku yang
aku baca, kalo menerima pemberian dari orang lain apalagi dari orang tua harus menggunakan tangan kanan.
Biar sopan.”
James : “Iyaa betul itu.”
Robert : “Alaaahh di Paris aja
bebas kok.”
Adam : “Tapi kamu harus
menyesuaikan kalau disisni.”
Robert : “Tapi Adam, kita hidup
secara rasional dan freedom. Gak semua harus ada aturan!”
Salwa : “Hellooo mbak yuu!! Tapi
ini Indonesia! Kamu tau resikonya kan kalo tidak dapat menyesuaikan adat??”
Farida : “Saya tak pernah takut
dengan resiko! Saya bukan orang-orang Indonesia yang suka berpikir terlalu panjang kali lebar untuk
memperhitungkan resiko yang gak jelas!”
Ahmed : “Udah. Udah! Masa Cuma
gara-gara tangan kanan or tangan kiri aja kita jadi berantem?”
Nadin
: “Tapi ini
masalah kesopanan. Kita orang timur harus melestarikan yang namanya kesopanan! Kita kan punya pendirian.”
Salwa
: “Iya. Aku gak
suka ada orang yang meremehkan kesopanan.”
Robert : “Terus sekarang kalian mau apa kalo saya
gak sopan??”
James : “Udah guys jangan
berantem! Walaupun kita beda ras dan suku, gak seharusnya diperdebatkan seperti ini. Maaf para
ladiesss mungkin Robert perlu adaptasi yang
lebih, yu ah cabutt” ( meninggalkan mading)
Salwa : “Udah yukk ke kelas. Aku
ngantuk.”
Nazwa : “Yaahh elu mah emang
miss sleepy!”
Nadin dan kawan-kawan memasuki
kelas sambil berbincang
Nadin : “Heii gimana rencana yang tadi?? Jadi kan
kita tari tradisional?”
Nathan : “Ekhemm. Ciyee ada
yang mau nari jaipongan nih yee.. haha”
Reza : “Idihh kampungan banget
dehh..”
Salwa : “Udah deh gak usah pada
sirik! Iri kan elu pada!”
Nathan : “Jiaaahhh ga level! Kita
mah ngedance gitu lho. Iya ngga guys??”
Nadin : “Hei kamu orang
Indonesia kan?? Seharusnya kamu melestarikan budaya Indonesia. Bukan malah menjelek-jelekan budaya
Indonesia.”
Nazwa : “Bener banget tuh. Sok
kebarat-baratan!”
Zayn : “Eh sok tau banget
lu pada!”
Salwa : “Kayak kita dong bisa
nyanyi lagu jawa.” (menyanyi suwe ora jamu)
Nazwa : “Kita juga bisa
nyanyi lagu yang lain.” (nyanyi lagu apuse)
Nathan : “Alaahh apuse kan orang
gila yang ada di perempatan nusa indah!”
Nadin : “Huu sembarangan
banget kamu!”
Robert,
James, Adam dan Ahmed mereka jalan menuju kebangku mereka sambil menyanyikan
sebuah lagu.
Nathan : “Eh bule kembar silang and
The Geng! Mau gak gabung ngedance sama kita?”
James : “Of course. Kita juga
lagi bingung nih mau perform apa.”
Nathan : “Oke dah sip. Ntar
pulang sekolah kita latihan ya. Dan gue ga mau ada yang pulang duluan.”
Robert : “Tapi sorry, aku ntar harus
ke apotik dulu mau beli obat.”
Reza : “Yaudah terserah lu deh.”
Pak Robin datang ke kelas dan
membawa kabar gembira untuk murid-murid.
Pak
Robin : “Siang anak-anak.”
Murid-murid : “Siang pak..”
Pak
Robin : “Bapak bawa kabar
gembira buat kalian semua. Hari ini ada rapat sehingga jam pelajaran cukup sampai jam ini dan kalian
boleh pulang sekarang. Silakan berkemas-
kemas.”
Murid-murid : “Horeee.. Pulangg..”
Zayn : “Doo bee doo bee doo bee
doo bae..”
Murid-murid : (sambil pulang menyanyi bersama)
Di
aula. Sudah ada Geng “The F4” yang sedang latihan dance.
Reza : “Huh si bule kembar
silang kemana aja sih?! Lama banget. Udah ngoyot nih!”
Zayn : “Masih mending lu,
daripada gue uda ngoyot ngembang plus berbuah lagi!”
Nathan : “Yaa baguslah. Kalo lu
pada berbuah kan tinggal gue yang petik, di panen, truss gue jual. Income deh. Haha”
Reza+Zayn
: “Hehh enak banget lu!”
Nathan : “Iya dong. Ha..ha..ha”
Tiba-tiba james dan Robert
datang dari apotik dengan ngos-ngosan.
Reza : “Ini dia nih orangnya!”
James : “Aduh guys, sorry yaah
kita telat. Tadi di apotik ngantrinya panjaaaaaang banget. Berasa kayak ngantri BLT tuh tadi.”
Nathan : “Ouh pantes. Tadi
selain ke apotik, sekalian ngantri BLT juga ya?!”
Rival : “Semedi dulu yah tadi? Gak tau apa
kita udah nunggu mpe berhari-hari Cuma buat
latihan??”
Zayn
: “Sejam Val! Gak nyampe sehari kale.
Lebay ah lu!”
James : “Kayaknya malah ga ada
sejam kok kita pergi.”
Nathan : “Alahh! Yaudah sana
play lagunya! Eh si Adam sama bule palestin kemane?”
(tiba-tiba
Adam dan Ahmed datang dengan tergopoh-gopoh)
Zayn : “Darimana aja lu pada.”
Adam : “ Sorry gue tadi abis dari
lab Sains dulu”
Ahmed : “ kalau gue tadi nolongin
orang yang kejedot pintu wc, kasian benjol ampe segini nih “. ( seraya mengepalkan tangannya)
Zayn “ Iahhhh banyak alesan lu pada, udah
bule philifin puterin lagunya”.
Reza : “Jiaahh bukan itu
lagunya! Masa lagu dangdut sih!”
James
: “Hehe maaf. Yang
ini kan??” (ngeplay lagu campur sari)
Nathan : “Aaarrggh! Payah banget
sih loe! Sini sini gue aja yang play. Ga becus banget!” (sambil dorong James)
James : “Yaahh sorry. Gua kan gatau.”
Zayn : “Masa bule gak tau
lagu-lagu modern?! Kampungan banget sih loe!”
Reza : “Naahh ini dia lagunya.
Yaudah yukk latihan!”
Lalu mereka latihan dance. Dan
akhirnya latihan pun selesai.
Nathan : “Ahh cape banget. Robert , tolong
ambilin gue minum dong!”
Reza : “Sekalian ambilin gue
handuk ya! Keringetan nih!”
Nathan : “Ohh oke oke!”
(
tergopoh-gopoh membawa anduk dan juga air minum)
Zayn
: “Hey, kenapa gue gak
diambilin sekalian??”
Robert : (berjalan menuju Zayn, dan di lemparkan
handuknya ke muka Zayn) “Heh! Kamu pikir
saya pembantu kalian yang bisa disuruh-suruh seenaknya aja?!”
James : “Iya nih! Jangan
mentang-mentang gue sama Robert murid baru ya, terus kalian bisa seenaknya aja!”
Reza : “Halah. Cius??
Miapa??”
Zayn
: “Mie goreng. Goreng
apa??”
Rival : “Goreng ikan. Ikan apa??”
Nathan : “Ikan mas! Masalah
buat loe??!”
Robert
: “Udah. Udah! Kita
ga jadi ikut ngedance bareng kalian, yo guys pergi dari sini!”
Jamess : “He.eh! Lebih baik kita
pergi aja. Kita juga bisa ngedance sendiri kok! Tanpa kalian pun kita bisa! Yuk guys.”
Ahmed : “Oke. Yuk cabut!!”
(keluar dari aula )
Reza : (ga lama kemudian juga
pergi)
Nathan : “Eh za. Mau kemana??”
Reza : “Pulang!”
Rival : “Ikut pulang ah!”
Nathan : “ yaudah ayo pulang”
Zayn : “Yaahh kok gue di tinggal
sendirian? woiiiitunggu!!” (mengejar yang lainnya)
Nadin dan kawan-kawan memasuki aula.
Nazwa : “Yeee aula kosong!
Kita bisa gunain buat latihan sampeee puass!!”
Nadin : “Yaudah yukk kita
latihan aja.” (ngeplay lagu)
Salwa : “Nad... Aku malu nih kalo
disuruh nari beginian. Aku ga bisa..”
Nazwa : “Waaahh optimis
dong. PD ajah kalik! Biasanya juga malah malu-maluin.”
Nadin : “Ssstt menurut buku
yang pernah aku baca, malu itu di perbolehkan, tapi kalo untuk masalah perform
didepan orang banyak kita musti PD!”
Salwa
: “Yaaahh tetep aja
malu.”
Nazwa
: “Ahh udah
lah gapapa. Ayoo mulai!”
Nadin
: (memimpin)
“satu dua tiga empat lima…”
Robert, James, Adam dan Ahmed
yang melihat latihan Nadin dan kawan-kawan dari luar aula.
James
: “Tarian mereka
bagus juga yah. Unik.”
Robert
: “Iyaa.. aku jadi tertarik buat gabung
sama mereka.”
James
: “Hah! Ide
bagus!!”
Robert
: “Tapi aku gak enak
nih garagara tadi abis debat sama mereka.”
Adam : “gapapa. Mereka baik
baik kok. Mereka pasti maklum . Percaya deh sama gue, gue juga geng dari mereka
.”
Robert
: “ Bener yaa. Yaudah
deh yuk kesana.”
Robert dan kawan-kawan
menghampiri mereka yang sedang latihan.
Adam
: “Temen-temen, kita
boleh gabung ga??”
Nadin
: “Emm ada apa
nih??”
James
: “Emm ga ada
apa-apa kok. Kita Cuma tertarik aja sama tarian kalian barusan.”
Salwa
: “Hehe iyaaa.
Baguskan??”
Robert
: “Iya bagus!”
Nazwa
: “Eh tapi
bukannya kalian tadi udah gabung sama geng the F4??”
James
: “Iya sih. Tapi
sekarang enggak. Soalnya mereka semena-mena sih sama kita.”
Nadin
: “Emm jadi kalian mau gabung aja
sama kita-kita??”
Ahmed : “betul betul betul!”
James
: “Waaahh. Gimana Bert??”
Robert
: “Oke deh. Tapi by
the way sorry yah guys buat yang tadi. Saya salah menilai Indonesia.”
Nadin : “Oh itu. Ga apa apa kok Rob.”
Nazwa
: “Tenang! No
problem..”
Salwa
: “No
smoking!”
Nadin
: “Haha emang siapa yang
ngerokok??”
Salwa
: “Hehe gak
ada sih.”
Lagi-lagi Pak Robin dan Bu
Nayla datang dengan tiba-tiba.
Bu
Nayla : “Siang anak-anak.
Kenapa kalian belom pulang??”
Nadin : “Eh ini bu... Kita lagi
latihan tari buat perform di Anniv nya SMK Al Falah Internasional yang ke 30 tahun bu..”
Pak
Robin : “Owalah.. Ya bagusslah
kalo begitu. Partisipasi kalian memang penting.
Semangatttt 55!!!.”
Bu
Nayla : “ Tapi ini kan udah sore
anak-anak.. besok lagi latihannya sekarang pulang”
Nadin : “Iya bu... Ini juga
udah selesai kok.”
Robert : “Iya bu..pak. Kita juga
mau pulang sekarang. Iya kan jams??”
James
: “He.eh. Gimana kalo kalian pulang
bareng kita. Gue bawa mobil kok.”
Ahmed : “Ohehe oke oke. Itung-itung
hemat ongkoslahh.”
Robert
: “ Lha emang muat?”
Adam
: “ Maaf saya ga bisa
pulang bareng kalian, saya mau ada les dulu, permisi pak, bu.” (pergi)
Nadin :”kita juga ga bisa pulang
bareng kalian, kita mau ke toko buku dulu, iyakan naz, Sal?
Salwa : “ iyaa bener”
Nazwa
: “Yaudah, kami
pamit pulang dulu yah Pak, Bu.”
Pak
Robin : “Iya iya silakan.
Hati-hati yaa.”
Bu
Nayla : “ habis dari toko buku langsung
pulang yah”
Nadin
: “ iyaaa bu...
Asssalamualaikum..”
Bu
Nayla “ Waalaikumsalam”
James
: “ Bu, Pak kita bertiga
juga pamit yah” ( seraya salim)
Ahmed : “ Wassalamuaikumm”
Malam Anniversary 30 tahun SMK Al
Falah Internasional.
Bu
Nayla : “Selamat malam
bapak/ibu guru, dan siswa-siswi SMK Al falah Internasional. Selamat datang
dalam puncak acara Anniversary 30 tahun SMK Al falah Internasional. Malam ini kita
akan menampilkan beberapa performance dari siswa-siswi SMK Al Falah tercinta
ini ya Pak .”
Pak
Robin : “ Iy Bu betul sekali.. ada banyak
siswa-siswi yang berbakat ng-Dance di SMK ini. Yaudah langsung saja kita sambut
penampilan yang pertama dari kelas XI- IPS 2 “The F4 .”
Bu
Nayla : “ Yeee beri tepuk tangannya.”
Geng “The F4” perform. Namun sangat tidak
memuaskan karena Zayn jatuh disaat mereka sedang menampilkan tarian dance
moderennya di atas panggung.
Pak
Robin : “Yaahh beri tepuk
tangan yang meriah untuk perform pertama. Bagus bukan?? Walaupun yah ada
sedikit masalah yah Bu tapi tidak akan mengganggu jalannya party malam ini.”
Bu
Nayla : “ iyaa pak betul sekali,
waluaupun ada kekurangan untuk perform yang pertama, tapi tidak apa, masih ada
banyak para dance yang berbakatt, Dan
untuk performance selanjutnya, ini dia penampilan masih dari kelas XI-IPS 2.
Mereka menyebut kelomponya dengan nama “Anak Kimia” dengan tari
tradisionalnya.”
Nadin
CS menari dengan kompak dan sangat luwes. Benar-benar memuaskan audience. Dan
tiba saatnya salam penutup dari Pak Robin.
Pk
Robin : “Oke. Sayang sekali waktu
sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Artinya acara Anniversary 30 tahun SMK
Al-Falah Internasional telah selesai.”
Bu
Nayla : “ iya dan sampai ketemu taun
depa. Pak Robin dan Saya pribadi mohon maaf jika ada perkataan saya yang kurang
berkenan dan saya ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam
acara ini. Selamat malam.”
Bersamaan
: “ AssalamualikumWr.Wb.”
(Setting/Di
belakang panggung)
Reza : “Heh! Maksud loe itu
apa?? Pake acara jatoh segala! Malu-maluin gue tau gak!”
Zayn : “Helloo.. Sorry gue
tadi gak sengaja. Lagian yang kayak gitu aja loe permasalahin. Gak penting banget!”
Nathan : “Itu penting Zayn. Kalo lu tadi
gak jatoh, perform kita pasti ga kacau dan pasti lebih baik dari Robert and the
ganknya itu!”
Reza
: “Malu-maluin tau gak!
Gak terima gue!” (dorong zayn)
Zayn
: “Heh gak usah
nyolot dong! Biasa aje dong! Cari masalah ama gue??” (dorong Reza balik)
Nathan : “Duhh kenapa lo berdua jadi berantem kayak gini??”
Zayn
: “Dia duluan
nih, sok banget! Sok keren lagi!!”
Reza : “elu tuh yang sok keren! !”
Zayn
: “Apa, lu?!”
(makin berantem)
Rival
: “Haduduh udaahh.
Jangan brantem!!”
Robert
dan Nadin CS datang.
James
: “Ehh ehh stop
stop! Kalian kenapa sih??”
Salwa
: “Kayak anak
kecil aja deh.”
Nadin
: “Heyy ada apa
sih??”
Zayn
: “Dia duluan nih
yang mulai!”
Reza
: “Apa?? Elu yang
cari garagara!”
Nazwa
: “Udah udah!!”
Rival megang tangan Reza dan
Nathan memegang lengannya Zayn.
Nathan : “Udah dong Guys, udah lah!”
Robert : “Kalian tuh anak
Indonesia. Gak sepatutnya berantem seperti ini. Sama sekali tidak menciri khaskan anak Indonesia!”
Ahmed : “Aduuhh udah dong!
Kalian kan sahabatan! Ga perlu lah brantem Cuma garagara hal sepele kayak gini!”
Nadin
: “Iya! Jangan
nodai persahabatan kalian dengan sedikit permasalahan.”
Salwa
: “Masalah itu bisa
diselesaikan dengan cara baik-baik.”
Zayn
: “Tapi dia
nyolot duluan! Coba dia ga nyolot kayak tadi!”
Reza : “Lu juga tau!”
Robert
: “Udahh! Saya pengen kalian baikan!”
Zayn
+Reza : “Ogah!!!!”
James : “Ayoo dong guys baikan.”
Nadin
: “Kalian gak
inget apa, gimana dulu kalian membangun persahabatan kalian yang begittuuuu indah?! Terus sekarang rusak gitu
aja?? Inget deh gimana awal persahabatan
kalian!”
Nathan
: “Iya nih. Jangan
brantem dong. Emang lu pada ga kasian ama gue??”
Adam
: “Persahabatan tuh
perlu toleransi dan pengertian. Dan juga gak Cuma ada di saat kita butuh doang.”
James
: “That’s right.
Dipersahabatan itu gak ada yang namanya ego.”
Ahmed : “Udah sini Za,!”
(menarik tangan Reza untuk bersalaman dengan Zayn) “Zayn sini!” (tarik tangan Zayn juga) lu pada harus inget
nasehat Pak Robin, “Punya teman seribu itu terasa kurang, Punya musuh satu itu
serasa banyak, jadi lu bedua harus baikan Ok?”
Lalu Reza dan Zayn pun berjabat
tangan dan berpelukan. Mereka kembali akur.
Semua : “Horeee..”
Salwa : “Berpelukaaaaannn.”
(meluk Nazwa)
Nazwa : “Ihh kok jadi kita yang pelukan
gini??”
Reza : “Makasih yah guys.
Kalian udah nyadarin kita. Kita selama ini udah jahatin kalian semua. Gataunya
kalian baik banget dan sangat peduli sama kita-kita. Gue minta maaf
yah Sob”
Zayn : “Iyaa Za. Gue juga minta
maaf sama lu.”
Robert : “Okehh. Sekarang kita
berteman semuanya yah!”
Nathan : “Iyaa maaf yaa sekali lagi,
kita semua sering jahil sama kalian.”
James : “No problem..”
Nadin : “ Kita semua buka lembaran baru
yang indah dimulai dari sekarang.”
Pak
Robin : (nongol lagi, lagi,
lagi daaaan lagi) “Ada apa ini?? Ada reunion apa ini??”
Khusnul : “Yahhh bapak nongol lagi
deh. Telat pula. Hehe ..”
Bu
Nayla : “ Ibu tadi denger yang ribut
disini, makannya ibu sama Pak robin datang kesini.”
Pak
Robin : “iya ada apa?ada yang
berantem?”
Robet
: “Engga pak,bu kita lagi
bahas sesuatu.”
Pak
Robin : “Ohh gitu. Emang lagi
pada bahas apa??”
Jmaes
: “Lagi bahas kalo
persahabatan ituuu…..”
Semua : “Bagai kepompongg!! Haha”
Semuanya pun berpelukan sambil
bernyanyi bersama Pak Robin dan Bu Nayla. Cerita SMK pun semakin indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar